Bibit Ternak

 

Bibit Ternak Ayam Pedaging

Bibit ayam pedaging adalah bibit ternak yang memiliki sifat unggul dan memenuhi persyaratan untuk dikembangbiakkan (Pemerintah Indonesia, 2011). Identifikasi jenis ternak dapat dilakukan terutama pada ciri-ciri fenotip seperti kualitatif pada ayam pedaging (warna kulit, warna bulu, warna shank, bentuk jengger, dan lain lain), dan sifat kuantitatif seperti ukuran-ukuran tubuh (morfometrik), produktivitas, reproduktivitas dan ketahanan terhadap penyakit (Sartika, 2012). Bibit ternak ayam pedaging ini dapat berasal dari ayam buras (ayam kampung) dan ayam ras (ayam broiler). Kedua jenis tersebut memiliki potensi dan kelebihan masing-masing sebagai unggas pedaging.

       Ayam Buras (Kampung) Tipe Pedaging

Ayam kampung yang ada di Indonesia adalah hasil domestikasi ayam hutan. Jenis ayam hutan yang ada di Indonesia digolongkan menjadi empat spesies yaitu Gallus gallus, Gallus lafayetti, Gallus sonnareti, dan Gallus varius. Ayam kampung yang banyak dijumpai di Indonesia berasal dari spesies gallus gallus atau ayam hutan merah. Ayam kampung tersebut memiliki produksi telur yang rendah yaitu hanya sekitar 40 - 65 butir/tahun. Hal ini disebabkan karena ayam kampung masih mempunyai sifat mengeram dengan lama proses pengeraman rata-rata 21 hari setelah anak ayam menetas induk ayam kampung juga mempunyai sifat untuk mengasuh dan membesarkan anaknya hingga berumur 1 sampai dengan 2 bulan. Pada saat induk ayam mengeram dan mengasuh anaknya ayam tidak bertelur, sehingga menghasilkan produksi telur yang rendah. Beberapa jenis ayam kampung yang saat ini sedang ditingkatkan kualitas genetiknya melalui pemurnian dan seleksi untuk menghilangkan sifat mengeram dengan laju pertumbuhan yang tinggi, dan tahan terhadap penyakit sehingga mempunyai potensi sebagai ayam kampung pedaging adalah sebagai berikut:

        Ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB)

Ayam KUB merupakan ayam kampung unggul hasil pemuliaan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang dilakukan melalui seleksi produksi telur, sifat mengeram, dan laju pertambahan berat badan yang berasal dari ayam kampung Indonesia. Ayam KUB mempunyai potensi yang sangat bagus untuk dijadikan sebagai ayam pedaging karna memiliki laju pertubuhan yang cepat dan sebagai indukan sudah tidak memiliki sifat mengeram sehingga produksi telur lebih tinggi sehingga lebih menjamin ketersediaan telur tetas.




Sifat kualitatif pada ayam KUB yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian dengan Nomor 274/Kpts/SR.120/2/2014 mencakup warna bulu, warna paruh, warna kaki atau shank, bentuk kepala, bentuk jengger adalah sebagai berikut:

a.    Warna bulu : sebagian besar (64%) berwarna hitam

b.    Warna paruh : kuning sampai kehitaman

c.    Warna kaki/shank : sebagian besar (74%) berwarna abu-abu sampai hitam

d.   Bentuk kepala : lonjong

e.    Bentuk jengger : sebagian besar (71%) berbentuk tunggal, dan sebagian kecil (29%) berbentuk kacang polong (pea), dan bunga mawar





Komentar