Ayam gaok

 

Ayam gaok

Ayam gaok adalah ayam keturunan dari ayam hutan merah (Gallus gallus domesticus) yang kawin dengan ayam asli dari pulau Puteran, kemudian dikembangkan oleh masyarakat pulau Puteran menjadi ayam kokok yang dikenal dengan ayam gaok. Ayam gaok banyak dibudidayakan di pulau Madura dan pulau sekitarnya, provinsi Jawa Timur. Ayam gaok mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi ayam kampung pedaging dengan capaian berat badan ayam jantan dewasa (6 bulan) adalah 3,18 ± 0,44 kg dan berat badan betina dewasa adalah 2,15 ± 0,23 kg (Keputusan Menteri Pertanian, 2014b).


Sifat kualitatif pada ayam gaok yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian dengan Nomor: 1056/Kpts/SR.120/10/2014 rumpun ayam gaok mempunyai sifat kualitatif seperti warna bulu, warna paruh, warna kulit, warna pial, bentuk kepala, bentuk jengger, bentuk pial, dan bentuk yaitu sebagai berikut:

Warna

Bulu   Jantan     : Warna bulu seragam dengan warna dasar kehijauan, bulu leher putih sampai silver kekuningan atau kuning kehijauan (wido) dan ekor hitam.

Betina           Bervariasi (lurik, blorok 70%) dengan leher lurik hitam putih

Paruh                     : Kuning

Kulit dan daging   : Putih lebih gelap dari ayam ras Jengger            : Merah

Pial                        : Merah

Bentuk

Kepala                 : Bulat agak lonjong

Jengger                : Tunggal

Pial                      : Ganda lebar

Badan                  : Besar dan tegap


Komentar